Wednesday, 12 Jun 2024
Home
Search
Menu
Share
More
Admin on Kesehatan
21 May 2024 04:47 - 2 minutes reading

Gelombang Covid-19 di Singapura Semakin Meningkat, Ainun Najib Sampaikan Fakta Ini

Pemerintah Singapura mengumumkan adanya penungkatan gelombang kasus Covid-19 dalam dua minggu terakhir.

Hal itu disampiakan langsung oleh Menteri Kesehatan Singapura On Ye Kung beberapa waktu lalu.

Kasus mendesak menjangkit pasien lansia berumur 60 tahun keatas dengan resiko terkena penyakit parah, rentan medis dan penghuni fasilitas perawatan lansia, nantinya akan diberi vaksin.

Pemberian dosis vaksin tambahan dilakukan jika para pasien belum menerima dalam 12 bulan terakhir.

Sebelumnya dilaporkan jumlah kasus 5 hingga 11 Mei sebanyak 25.900. Pekan sebelumnya 13.700 kasus. Serta peningkatan pasien rawat inap yang semua 181 orang menjadi 250 orang.

Meski terjadi peningkatan, Singapura tidak akan melakukan pembatasan sosial. Lantaran Covid-19 telah ditetapkan sebagai penyakit endemik.

Menanggapi hal ini, praktisi teknologi informasi Ainun Najib dalam akun X miliknya menyebut jika turut terjadi peningkatan kasus Covid-19 dilingkungan kerjanya.

Mereka menunjukkan gejala yang mirip dengan Covid-19. Namun, setrlah diperiksa ternyata hasilnya negatif.

?Banyak kolega kantor terkena COVID-19, sedang naik lagi.Malah ada satu orang Jerman tadi meeting video call bilang demam tinggi dan gejala-gejalanya seperti COVID-19 tapi dites tidak terdeteksi COVID-19, dan tidak diketahui apa,? jelasnya dikutip Selasa (21/5/2024).

Dia berharap fenomena tersebut bukan berasal dari varian atau penyakit baru. ?Semoga bukan varian atau penyakit baru lagi,? pungkasnya.

Disisi lain, laporan kasus di Singapura ternyata dipicu dengan adanya dua varian baru Covid-19. Keduanya berjenis KP.1 dan KP.2 yang termasuk dalam varian FLiRT.

Munculnya varian baru ini telah memicu vertambahnya kasus lebih dari dua pertiga jumlah kasus di Singapura.

Dengan tingginya kasus di negara tetangga, masyarakat diminta lebih waspada. Disarankan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Meski demikian, negara Singapura memang menjadi negara yang cukup beresiko untuk terkena gelombang Covid-19 dikarenakan menjadi pusat transpirtasi dan komunikasi. (Elva).