Saturday, 15 Jun 2024
Home
Search
Menu
Share
More
Admin on Olahraga
23 May 2024 02:16 - 2 minutes reading

PSS Sleman Resmi Umumkan Terbebas dari Sanksi Larangan Transfer FIFA, Bagaimana PSM Makassar?


Sebelumnya, FIFA telah resmi mencabut sanksi larangan transfer PSS dalam surat bernomor FDD-18153 dan FPSD-12803 pada Selasa (21/5/2024).

“Sebagai konsekuensinya, kami informasikan bahwa proses saat ini sudah ditutup dan larangan transfer yang dikenakan telah dicabut,” tulis FIFA dalam surat resminya dalam bahasa Inggris.

Dengan kepastian ini, maka PSS Sleman sudah bisa dipastikan bisa kembali aktif berburu pemain untuk menyambut musim 2024/2025.

Presiden Direktur (Presdir) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa pun sejalan dan menyebut akan maksimal memburu pemain usai sanksi ini dicabut.

“Setelah larangan transfer dicabut, kami segera bisa secara pasti mendatangkan dan berburu pemain dengan maksimal untuk musim depan,” ujar Gusti dalam keterangannya.

Setelah hukuman yang diterima PSS Sleman resmi dicabut, beberapa klub Liga 1 lainnya yang mendapatkan hukuman yang sama pun di pertanyakan.

Sebelumnya bukan hanya PSS Sleman, ada juga tim seperti Persija Jakarta dan PSM Makassar yang dilarang aktivitas transfer selama tiga periode.

Khusus untuk PSM Makassar sendiri, mereka mendapatkan larangan aktif di bursa transfer dari FIFA per 12 April 2024 kemarin.

Terkait hal ini, Direktur Utama (Dirut) PSM Makassar, Sadikin Aksa menegaskan akan menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.

Hal ini tentunya dilakukan agar timnya PSM Makassar nantinya bisa aktif di bursa transfer untuk kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.

“Itu banned dari FIFA pasti kita akan… nda mungkin kita mulai liga kalau kita tidak selesaikan,” kata Sadikin Aksa kepada awak media beberapa waktu lalu.

Dirut PSM ini mengungkap timnya sudah pernah mengalami masalah yang seperti ini.

Namun, yang jadi masalah untuk saat ini tentunya FIFA menggunakan sistem yang berbeda.

Saat ini semua sanksi tidak lagi disidangkan melainkan lewat sistem perangkat lunak.

“Saya pikir itu simpel kok. Kita juga pernah begitu kok,” ungkapnya.

“Bedanya sekarang, banned FIFA, karena tahun lalu Mei dia berlakukan software baru. Itu semuanya otomatis. Dulu kan ada sidang apa segala, sekarang tidak. Yang pakai sidang itu yang urgent pakai sidang,” sambungnya.

Sadikin pun menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan masalah ini. Karena kalau tidak diselesaikan tim tidak bisa mendatangkan pemain baru.

“Itu bukan kita tidak bisa transfer, kalau kita selesaikan, selesai kok. Pasti harus diselesaikan, kalau tidak, kita tidak bisa terima pemain,” tutupnya.

(Erfyansyah)